Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Islam
- Aisha Ria Ginanti
- 19 Agu 2024
- 4 menit membaca

Apa bulan yang baik untuk menikah menurut Islam? Dalam Islam, terdapat kepercayaan bahwa ada lima bulan yang baik untuk menikah, di mana bulan-bulan ini dianggap memilikii berkah lebih dalam konteks pernikahan. Beberapa dalil mendukung kepercayaan ini, termasuk Nabi Muhammad SAW yang menikahi beberapa istrinya pada bulan-bulan tertentu. Meskipun kepercayaan ini tidak menjadi syarat mutlak, banyak pasangan Muslim yang memilih bulan yang baik untuk menikah menurut Islam dalam melangsungkan pernikahan mereka.
Ini 5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Islam
1. Bulan Syawal adalah Bulan yang Baik untuk Menikah
Salah satu bulan yang baik untuk menikah menurut Islam adalah bulan Syawal. Bulan ini dipandang sebagai bulan berkah untuk melangsungkan pernikahan. Nabi Muhammad SAW sendiri melangsungkan pernikahannya dengan Aisyah pada bulan ini. Melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal juga dianggap mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, memilih bulan Syawal untuk menikah juga bertujuan untuk menepis anggapan orang jahiliyah bahwa bulan Syawal adalah bulan sial untuk menikah.
2. Bulan Rajab
Bulan Rajab juga dianggap sebagai bulan yang baik untuk menikah menurut Islam. Bulan ini dipandang sebagai bulan kunci untuk bulan-bulan kebaikan. Orangtua Nabi Muhammad SAW sendiri menikah pada bulan ini. Selain itu, bulan Rajab juga memiliki makna khusus karena pada bulan ini Sayidah Aminah, ibu Nabi Muhammad SAW, hamil dan mengandung beliau.
3. Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Islam Selanjutnya adalah Rabiul Awal
Bulan Rabiul Awal juga dianggap sebagai bulan yang baik untuk menikah menurut Islam. Bulan ini dipilih Rasulullah SAW untuk menikahkan putri ketiganya, Ummi Kultsum. Pernikahan ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Selain itu, bulan Rabiul Awal memiliki makna khusus karena bulan ini adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
4. Bulan Safar
Bulan Safar sebenarnya sering dianggap sebagai bulan sial oleh masyarakat. Namun, Islam membuktikan bahwa bulan Safar bukanlah bulan yang sial dan merupakan bulan yang baik untuk menikah. Rasulullah SAW sendiri melangsungkan pernikahan dengan Sayyidah Khadijah pada bulan ini. Selain itu, pernikahan Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah az-Zahra juga dilaksanakan di bulan Safar.
5. Bulan Muharram juga adalah Bulan yang Baik untuk Menikah
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan dipercaya sebagai bulan yang baik untuk menikah. Meskipun terdapat anggapan bahwa menikah di bulan Muharram dapat membawa kesialan, Rasulullah SAW membantah pernyataan tersebut. Menurut Islam, tidak ada hari sial atau hari baik kecuali dengan dalil yang terpercaya.
Mempercayai kesialan seperti thiyarah bukanlah sifat seorang Muslim, karena hal tersebut merupakan kemusyrikan. Rasulullah SAW sendiri menikah dengan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan dan Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab di bulan Muharram. Jadi tidak aneh kalau Muharam dianggap bulan yang baik untuk menikah menurut Islam.
Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah Menurut Islam
Persiapan Spiritual
Mempelajari Agama: Mendalami ilmu agama Islam secara lebih mendalam, terutama tentang hukum pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, serta etika dalam berumah tangga.
Meningkatkan Keimanan: Memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah sholat, puasa, membaca Al-Quran, dan dzikir.
Berdoa: Meminta petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT dalam memilih pasangan hidup dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.
Persiapan Mental dan Emosional
Mengintrospeksi Diri: Mengenali diri sendiri, kelebihan dan kekurangan, serta harapan terhadap pasangan hidup.
Membangun Komunikasi yang Baik: Belajar berkomunikasi dengan efektif dan terbuka, baik dengan calon pasangan maupun dengan keluarga.
Menyiapkan Mental: Menerima segala kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga, baik suka maupun duka.
Persiapan Materi
Menyiapkan Mahar: Menyiapkan mahar yang sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan bersama.
Mempersiapkan Keuangan: Menyusun rencana keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah menikah.
Menyiapkan Tempat Tinggal: Mencari tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk memulai kehidupan baru.
Persiapan Sosial
Meminta Restu Orang Tua: Mendapatkan restu dari orang tua adalah hal yang sangat penting dalam Islam.
Mengajak Keluarga dan Teman: Mengundang keluarga dan teman dekat untuk menghadiri acara pernikahan.
Memilih Pendamping: Memilih pendamping yang bisa membantu dalam mempersiapkan pernikahan, seperti wedding organizer atau fotografer.
Persiapan Hukum
Melengkapi Persyaratan Administrasi: Menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk proses pernikahan, seperti KTP, KK, dan surat keterangan belum menikah.
Menentukan Wali Nikah: Menunjuk seorang wali nikah yang sah sesuai dengan ketentuan agama.
Mencari Saksi Nikah: Mencari dua orang saksi yang adil dan dapat dipercaya.
Itu tadi beberapa bulan yang dianggap sebagai bulan yang baik untuk menikah menurut Islam dan persiapan yang perlu dilakukan kedua calon mempelai. Meskipun kepercayaan ini tidak menjadi syarat mutlak, memilih bulan yang baik untuk menikah dapat menjadi langkah yang baik dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Yang terpenting adalah niat dan usaha dari kedua calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah.
Nah, untuk kamu yang sedang mempersiapkan pernikahan dan masih bingung dalam memilih wedding venue atau pun vendor pernikahan lainnya, tidak ada salahnya kalau kamu memilih all-in wedding package dari Yes I Do yang pastinya anti-ribet dan terjangkau.
Agar kamu lebih yakin dan bisa cari tahu info lebih lanjut tentang all-in pacakage dari Yes I Do ini, langsung saja klik di sini untuk menghubungi tim Yes I Do sehingga kamu bisa konsultasi secara gratis. Tim Yes I Do akan siap membantumu untuk mewujudkan pernikahan impianmu dengan budget yang pastinya bersahabat!
Kommentare